Sosialisasi Zakat BAZNAS Provinsi Kepri di SMK N 2 Tanjungpinang

baznaskepri.or.id Tanjungpinang, Ketua BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau Drs. H. Mustamin Husain dan Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Drs. Mastur Taher, M.Pd didampingi Staf Pengumpulan Sumaryono, S.Pd.I melakukan kegiatan sosialisasi dan penyebaran informasi mengenai Zakat, Infaq dan Shadaqah di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Tanjungpinang. Jum’at Siang (4/8/17)

Kegiatan ini dilakukan di ruangan pertemuan lantai II SMK N 2 Tanjungpinang yang di ikuti sebanyak 21 orang guru, dalam sambutannya Mastur Taher menjelaskan bahwa BAZNAS Provinsi Kepri tidak hanya mengumpulkan dana zakat namun juga menyalurkan zakat.

BAZNAS adalah Badan Amil Zakat Nasional, BAZNAS Provinsi Kepri tidak melakukan sosialisasi ke Wali Kota karena ditingkat kota sudah ada BAZNAS Kota “Mustamin Husain mengawali sambutannya sekaligus mengawali sosialisasi yang dilakukannya.”

Undang undang ini sudah dibuat tahun 2012 lalu namun untuk tingkat SMA/SMK/ sederajad baru tahun ini ada peralihan dari kota ke Provinsi.

Zakat harta atau gaji adalah titipan Allah, hal ini sudah jelas dalam Al-Qur’an surah Az-Zariyat dalam harta benda mereka ada hak orang miskiin yang meminta, dan orang miskin yang tidak meminta.

Untuk mengeluarkan zakat itu apakah harus keluarkan hutang dulu di bank atau bagaimana?
yang boleh dikurangkan kena zakat yaitu adalah kebutuhan pokok/primer. Namun perlu diketahui bahwa yang memberikan Rezeki kita adalah Allah, jadi janganlah perhitungan kepada Allah.

Mustamin Husain menjelaskan bahwa dalam proses pengajuan setingkat sekolah, siswa yang memiliki tanggungan di sekolah dapat mengajukan sendiri untuk mengajukan ke pada BAZNAS Provinsi Kepri atau bisa juga dengan rekomendasi dari pihak sekolah dalam hal ini wali kelas, namun selain dari rekomendasi atau pengajuan sendiri tentu siswa perlu juga melengkapi dengan Surat Keterangan Tidak Mampu dari kelurahan agar proses pendistribusiannya tepat sasaran “tungkasnya dalam menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya”.

Kedepan agar memudahkan para guru dalam membayar zakat, perlu adanya membuat UPZ (Unit Pengumpul Zakat) di lingkungan sekolahnya, menutup kegiatan sosialisasi ini. “red. (lf)